Hari hari terakhir ini, dunia menyaksikan drama berdarah-darah di sebuah dataran yang diklaim sebagai sebuah tempat oleh yahudi sebagai akhir perjalanan kaum mereka yang dicerai-beraikan oleh takdir. Sebuah tempat yang pernah ditaklukan Nabi Daud sekitar 3 milenium kebelakang. The promising land.

Sejak saat itu, wilayah pertemuan tiga benua Asia / Eropa / Afrika itu menjadi saksi bisu penaklukan, kejayaan, pengusiran, perbudakan bahkan pembantaian para keturunan Nabi Musa ini.

nt_israel-flat

Kitab-kitab agama samawi memberi catatan khusus tentang ras ini sebagai kaum yang diberi anugrah dan keistimewaan dibandingkan kaum lain, tapi juga sebagai kaum yang dimurkai sekaligus dikutuk Tuhan.

Peristiwa-peristiwa yang menimpa mereka dalam beberapa momen sejarah membentuk sebuah karekter kaum yang begitu berbeda dibandingkan ras-ras lain. Yahudi dan ras lain ibarat dua sisi berbeda dari sebuah koin. Keunikan ini kadang menimbulkan rasa takut, benci, iri, was-was kadang iba dalam kadar yang berbeda di setiap zaman.

Ada masa ketika semua perasaan itu mencapai klimaks meletus menjadi kombinasi yang begitu mematikan, didorong oleh sentimen agama, ditambah situasi kontemporer yang sangat tidak kondusif kemudian meletus menjadi upaya-upaya sistematis dalam bentuk pengusiran dan pembunuhan masal.

Sebuah trauma yang semakin membekas di dalam lingkaran sejarah yang terus berputar dan secara tragis  kemudian kembali ke titik yang sama. Sebuah kaum yang memiliki latar belakang sejarah begitu panjang, tercerai berai di berbagai penjuru dunia, tampa tanah air.

Saya ingat sebuah film Amerika yang menceritakan sebuah keluarga yahudi di era 80-han. Sebuah kehidupan keluarga yang sudah membaur budaya amerika saat itu, lengkap dengan dinamika kehidupan remaja sama seperti kehidupan remaja amerika lainnya. Lalu salah seorang anak-nya mengalami semacam reinkarnasi?, some how dia kembali ke masa perang dunia II tepat sebelum peristiwa holocaust era Hitler. Sebuah proses menuju kematian tak terelakkan menuju kamar gas di salah satu kamp konsentrasi.

dikisahkan tepat setelah gas mulai merengut nyawa si gadis, ia kembali ke waktu 80an. Dalam kebingungan si gadis berdialog dengan sang bibi yang benar-benar pernah mengalami peristiwa tersebut, kemudian meluncur sebuah nasehat yang ia sampaikan kepada keponakannya tersebut. “Kita adalah kaum yahudi, dimanapun, seperti apapun dan kapan pun kita hidup dan tinggal, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, bahwa kita adalah seorang yahudi”, kurang lebih begitu.

Saya cukup banyak merenung setelah menonton film itu, trauma yang dialami sebuah ras yang diwariskan secara genetis melampaui rentang waktu ribuan tahun, hampir mewarnai setiap episode sejarah umat manusia. Membangun sebuah generasi dengan semangat yang luar biasa untuk tetap survive , meski acap menjadi korban. Dan pada saat yang sama pun atas dasar motivasi yang sama, menjadi kaum yang berupaya menjadi penakluk dunia tak kenal ampun.