<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tentang Kelulusan UN Sekolah ku</title>
	<atom:link href="http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/</link>
	<description>Teach to Learn,  Learn to share</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 15:31:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Fauzi</title>
		<link>http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-982</link>
		<dc:creator>Fauzi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 13:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-982</guid>
		<description>memang permasalahan merayakan kelulusan tidak pernah tuntas hingga saat ini. sebenarnya siswa berhak untuk merayakan atas kelulusannya cuma pihak pendidik seharusnya lebih bijak dalam memberikan kebebasan. (kebebasan bertanggung jawab)

&lt;blockquote&gt;Sependapat, setelah baca komen mas Fauzi, saya berfikir lagi apakah budaya coret-coret baju itu benar-benar negatif?, sebenarnya kebiasaan ini unik dan sudah bertahan beberapa generasi meski banyak yang menentang. 
Barangkali kita pendidik harus mulai berfikir lebih terbuka dan lebih berusaha memahami mereka. sejauh tidak merusak fasilitas umum, mengganggu kesehatan dan keselamatan. &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang permasalahan merayakan kelulusan tidak pernah tuntas hingga saat ini. sebenarnya siswa berhak untuk merayakan atas kelulusannya cuma pihak pendidik seharusnya lebih bijak dalam memberikan kebebasan. (kebebasan bertanggung jawab)</p>
<blockquote><p>Sependapat, setelah baca komen mas Fauzi, saya berfikir lagi apakah budaya coret-coret baju itu benar-benar negatif?, sebenarnya kebiasaan ini unik dan sudah bertahan beberapa generasi meski banyak yang menentang.<br />
Barangkali kita pendidik harus mulai berfikir lebih terbuka dan lebih berusaha memahami mereka. sejauh tidak merusak fasilitas umum, mengganggu kesehatan dan keselamatan. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: @ahmad</title>
		<link>http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-979</link>
		<dc:creator>@ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:25:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-979</guid>
		<description>mantabb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantabb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wyd</title>
		<link>http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-960</link>
		<dc:creator>wyd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 07:46:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-960</guid>
		<description>mudah2an tahun depan lebih banyak yang lulus dengan hasil memuaskan. alhamdullilah siswa kami lulus 100%. saya sih ga pernah tega melihat anak nangis ga lulus setelah berjuang 3 tahun

&lt;blockquote&gt;Itulah dilema moral kita, waktu saya ngasih tau 5 anak saya yang nggak naik kelas juga berat, Ketika  saya ceritain ke mereka juga orang tuanya bahwa saya juga nggak bisa tidur mereka sedikit paham, ditambah penjelasan dan alasan kami akhirnya mereka mau nerima.
Pada dasarnya tujuan kita kan sama, memberi yang terbaik buat anak didik, meski kadang itu pahit buat semua&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudah2an tahun depan lebih banyak yang lulus dengan hasil memuaskan. alhamdullilah siswa kami lulus 100%. saya sih ga pernah tega melihat anak nangis ga lulus setelah berjuang 3 tahun</p>
<blockquote><p>Itulah dilema moral kita, waktu saya ngasih tau 5 anak saya yang nggak naik kelas juga berat, Ketika  saya ceritain ke mereka juga orang tuanya bahwa saya juga nggak bisa tidur mereka sedikit paham, ditambah penjelasan dan alasan kami akhirnya mereka mau nerima.<br />
Pada dasarnya tujuan kita kan sama, memberi yang terbaik buat anak didik, meski kadang itu pahit buat semua</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ILYAS AFSOH</title>
		<link>http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-953</link>
		<dc:creator>ILYAS AFSOH</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 12:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adhiwirawan.wordpress.com/2009/06/22/tentang-kelulusan-un-sekolah-ku/#comment-953</guid>
		<description>semangat terus memberikan yang terbaik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semangat terus memberikan yang terbaik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
