Tulisan ini pernah dipublish di blogspot, tapi karena nggak ke maintain dan terlanjur lengket sama wordpress jadi ku posting ulang di sini. Sekedar jurnal perjalanan membuat akses internet di sekolahku lebih bersih, cepat dan terkontrol.
Terkontrol?, bagaiman dengan kebebasan mengakses informasi? Memang kekuasaan berdampak ganda, disatu sisi cenderung membuat pemiliknya arogan, abuse of power, playing god, diktator, sewenang-wenang, pilih kasih, cari enaknya sendiri. Saya merasakan itu, meski terkadang dibungkus niat baik.
Akan lebih mudah jika semua orang diberi kebebasan yang seluas-luas-luasnya, dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Tapi tidak semua orang seperti itu, ingat “kejahatan timbul tidak hanya karena niat, tapi bisa karena ada kesempatan”.
Karena itu ada pembatasan, pembagian otoritas, ada admin (root), user and guest. Menjadi Network admin artinya memiliki kekuasaan, tapi dibarengi tanggung jawab. tanggung jawab untuk membuat fasilitas IT yang tersedia nyaman digunakan oleh semua pihak. Untuk siswa, guru, dan lainnya.
Nggak mungkin kan kita menjelaskan ke setiap pengguna bahwa saat kita membuka youtube atau mendowload aplikasi dll. bandhwidth yang terpakai sangat besar, atau kalau sebuah komputer dipakai jejak historisnya akan tersimpan. Jadi alasan itu yang menjadi justifikasi saya memasang firewall, URL Filter di lab sekolah
Nginstall firewall distro IPCOP Bosen liatin siswa tiap bebas buka friendster ama primbon, terpaksa (beneran terpaksa) saya install firewall. Pertama karena pusing ngoprek jaringan, maklum dasar pengetahuan gw pas-pasan. Mana lagi seru-serunya coding php n mysql (yabg ini mah sukarela). Kedua, ngeri juga soalnya temen yang biasa jadi tumpuan nanya lagi sibuk. Kalo di telp ngga bisa lama n lagi ngerjain proyek web server dari bosnya di infosulusi. Jadi pas mulai libur tadi siang abis bagi raport, mulai den nyiapin segala sesuatunya, mulai dari pc p3 ram 64 mb + hd 6 gb, 2 lancard. Dl iso ipcop versi 1.4.20, trus di burning deh. Proses instalasi sebenernya sederhana selain configurasi lancard yg sempet bingung maksud green n red. Cuma makan waktu 20 menitan selesai. Tes load webcontrolnya. tes akses internet ok. ternyata ipcop untuk urlfilternya harus install ad.on. Ya terpaksa deh dl lagi. Sempet bingung lagi untuk ngakses ke mesin firewall, ternyata harus enable ssh. Selesai itu masalah lagi waktu masukin daftar block domain, ngga efektif. Terutam si primbon ngga bisa di blok, fs sampa halaman depan bisa, tapi ngga bisa login. Games.com ngga bisa di blok juga. Sempet muter-muter ngga ada solusi, bahkan tambah addon DOT ngga ternyata untuk blok service atau port tertentu. Ahirnya ngblok by ip. Jadi setiap domain yg mo di blok di cari ipnya dulu baru beres. Yang jadi masalah perubahan konfigurasi ip ternyataa harus ngrubah konfigurasi ltsp. Duuh keburu mumet, akhirnya beres-beres dulu n pulang.



30 Juli 2009 at 10:53 pm
masak gk bisa manfaatin urlfilter pak. pengalaman saya ampuh banget tuh addon (IMHO mode on).
http://elraz.co.cc/my-story/83-membangun-jaringan-lan-dan-wlan-di-smpn-1-blega.html