Form Penilaian diri berbasis web

Sebenernya pengen ikut-ikutan pake terminologi “Aplikasi” :) penilaian diri biar kedengeran “keren” di kuping, tapi akhirnya saya lebih sreg memilih kata “Form” atau Formulir biar nggak terkesan seram.

Ide biasanya datang karena desakan atau pas lagi kepepet. Diawal penerapan kurikulum 2013 ini kita sebagai guru dituntut melakukan aneka penilaian yang salah satunya adalah penilaian diri.

Lalu muncullan ide untuk membuatnya terintegrasi dengan  online test yang sudah saya kembangkan. Kebetulan di situ sudah ada fitur matrik jawaban yang bisa dimodifakasi / disulap menjadi form / fitur penilaian diri siswa. Read more…

Situasi Politik Yang Aneh

Entah cuma perasaan saya saja atau ada yang sefikiran dengan saya. Pilpres 2014 ini kok aneh ya.Anehnya adalah kan ada dua kubu dan dua figur capres. Menurut saya terjadi anomali figur. Figur yang diusung satu partai cocok untuk figur dari partai lain. Read more…

6 Alasan Mata Pelajaran TIK di hapus

1. Sumber kemorosotan moral

Keberadaaan peralatan komputer yang dipakai siswa disinyalir menjadi salah satu pemicu berbagai kasus moral yang mengemuka di media masa akhir-akhir ini, seperti perustiwa tawuran pelajar, merebaknya seks bebas dan kecanduan game online.

 2. Tenaga pengajar yang tidak kompeten secara akademis

Sudah menjadi rahasia umum bahwa guru TIK datang dari berbagai latar belakang pendidikan akademis. Ada yang lulusan SLTA, atau Dploma, SE, SH, bahkan sarjana pertanian atau kimia.

Read more…

All My facebook status…

Siapa diri kita adalah apa yang kita rasakan dan ekspresikan, banyak murid saya yang kurang menyadari fakta ini. Terbukti dengan bertebarannya status ber nuansa negatif seperti ekspresi kebencian, dendam, makian, sumpah serapah dan lain sebagainya.

Padahal khususnya di dunia maya, segala sesuatunya “terekam”. Apa yang terlanjur kita akespresikan menjadi fakta forensik digital yang tersimpan rapih dan bisa dikatakan diluar kendali kita.

Artinya, mungkin kita bisa menghapus seatu tulisan tapi jejaknya tidak serta merta hilang. Itulah kejamnya dunia maya tapi disisi lain juga menyimpan keindahan dan manfaat.

Itu pula yang hampir selalu saya pikirkan(timbang) sebelum saya menulis status di jejaring sosial facebook. Suatu saat di ujung dunia yang lain, mungkin ada orang atau pihak yang mengumpulkan status status tersebut, menganalisa untuk kepentingan yang tidak mampu kita bayangkan (ge’er mode on).

Atau setidaknya saya ingin membuka lembaran-lembaran lama dari fragmen peristiwa, perasaan yang saya lewati dalam kehidupan, saya bisa membukanya kembali ini dengan perasaaan tanang tanpa penyesalan.

And.., here it’s

Read more…

Memisahkan sebagian halaman dari file pdf dengan pdftk

Sering pengetahuan kita dapat bermula dari masalah yang timbul yang memerlukan solusi cepat dan efisien alias ga pake ribet.

Masalah bermula dari file ebook BSE siswa yang saya distribusikan melalui jaringan ke 40 PC client diskless (K12LTSP). Ketika siswa mencoba membuka file pdf tersebut ternyata semakin banyak yang membuka semakin lambat komputer. Bahkan sampai server menangalami overbandwith. Padahal sudah menggunakan switch kelas giganet.

Akhirnya saya coba solusi lain yaitu dengan mengcopy paste sebagian halaman ke pengolah kata (libre office) yaitu pada halaman yang saat itu dibutuhkan saja. Tujuannyasetelah itu mau di ekport ke file pdf. Tapi ternyata hasilnya kurang memuaskan karena bentuk dokumen pdf yang kompleks seperti keberadaan gambar, geader dan footer.

Penggunaan aplikasi OCR saya kesampingkan karena prosesnya cukup panjang dan hasilnya tetap kurang sempurna. Upaya lain yang sudah saya coba adalah dengan mencetak (print) dengan nama printer Print_to_PDF yang ternyata some how hanya menghasilkan satu halaman yang kosong melompong.

Akhirnya setelah googling ditemukan solusi jitu dengan command line pdftk. yang saya dapat di situs ini : Read more…

P3K









Coda: Renungan di lembar terakhir sebuah biografi

Akhirnya selesai juga membaca biografi Steve Jobs nya Walter Isaacson. Selama membaca lembar demi lembar buku ini, saya merasa seperti membaca sebuah novel yang ditulis oleh seorang pengarang yang sangat brilian. Dan yang membuat saya takjub adalah keseluruhan ceritanya adalah real. Benar-benar dialami oleh seseorang.

Secara garis besar buku tersebut menceritakan kehadiran seorang yang bergelut dengan dunia dan dirinya sendiri. Menggunakan cara, filosofi, keyakinan (faith) yang begitu kuat sehingga mmbawa pengaruh besar terhadap orang-rang disekitarnya, bahkan mungkin kita sepakat bahwa pengaruh besar itu berdampak pada dunia.

Yang menggelitik saya, meski seluruh halaman buku ini mendeskripsikan mengenai perjalan hidup seorang pendiri perusahaan yang sempat menempati posisi sebagai perusahaan terbesar di dunia (meski tidak sampai satu hari) serta bagaimana ia berusaha menemukan jati dirinya, menaklukkan rival-rivalnya satu demi satu. Tetapi sejak awal yang terbayang dalam pikiran saya adalah kepergiannya. Bagaimana dunia harus menerima kepergiannya yang begitu cepat di usia yang ke 58. Tepat ketika kita begitu terlena dan tersihir oleh hasil-hasil kreasi tim yang dimotorinya seperti iPOD, iPhone, iPAD dsb.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.