Linux: Living With Edubuntu (2)

Tidak ada yang akan menyangka menginstall jaringan thinstation (diskless) akan begitu mudah, sederhana dan cepat. Ini saya alami ketika berkunjung ke salah satu pesantren di Batam membantu menset jaringan untuk lab sekolahnya.

Selain set jaringan secara hardware tujuan kami sebenarnya mengerjakan jaringan thinstation berbasis server Ms Windows XP dan Ms Windows 2003. Waktu 1 minggu yang ditargetkan dengan susah payah berhasil di selesaikan dengan segala permasalahan yang ditemui.

Mulai dari lan card (bootrom PXE v.2x) yang suplaynya terbatas, VGA card sampai listrik yg tdk stabil. akhirnya hari terakhir, semuanya sudah seatle. Pagi sebelum kepulangan kami ke Jakarta tiba-tiba, ada permintaan untuk menginstall linux dari salah seorang pengurus sambil menyerahkan sebuah harddisk 80GB.

Untuk menyenangkan tuan rumah, saya bongkar CD case saya. Masih ada dua keping CD edubuntu 7.04. Saya masukkan ke cd-drive dan restart. Namun ketika proses baru berjalan beberapa menit tiba-tiba muncul pesan bahwa file sumber tidak bisa di copy.

Berarti tinggal CD terakhir yang mungkin bisa. Ok, kembali saya coba masukkan CD edubuntu dan memulai proses instalasi. Semua berjalan lancar sampai proses instalasi paket mencapai 84 persen, hingga tiba-tiba listrik mati. Generator segera dihidupkan namun proses instalasi mulai dari awal lagi. Taklama listrik hidup kembali, dan generator di shutdown.

Jam 10 teman menjemput untuk berbelanja keperluan souvenir pulang. Proses instalasi yg belum selesai terpaksa ditinggal dengan memberikan sedikit penjelasan ke teman yang tidak ikut.

Pulang jam 14, segera saya cek. ternyata selesai dan ketika di hidupkan Server berjalan baik. Proses konfigurasi jarinan telah dilakukan saat instalasi. Segera saya tes LTSP dengan menghidupkan PC client TS, proses loading lancar namun tampilan grafis (gnome) tidak muncul. Malah power indikator pada monitor berkedip.

Masuk ka konfigurasi xorg. Resolusi agak diturunkan ke 16 bit, dan batas max 1024 x 768 dpi. ketika di coba kembali, berhasil, saya coba semua client. Beberapa berhasil, 2 pc belum sampai ke tampilan grafis. Karena waktunya habis Jaringan LTSP dengan server edubuntu belum tuntas, tapi bukan hasil yang buruk untuk pekerjaan setengah hari. mudah mudahan bisa diselesaikan. semoga…

One thought on “Linux: Living With Edubuntu (2)

  1. ardi

    Mas Adi Irawan yang terhomat, Saya masih duduk di bangku sekolah. tepatnya kelas 3. di kelas 3 saya membuat TA. dan saya ambil Judul tentang Linux Edubuntu. mas tolong bantuin gimana proses atau langkah2 installasinya beserta gambar previewnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s