Nggak Lulus, Pasti Ada Himahnya

Tersentuh juga ketika menyaksikan tayangan tivi mengenai seorang siswi yang telah diterima di Salah satu PTN melalui jalur SPMB, ternyata tidak lulus Ujan Nasional. Hal yang menyentuh ketika si ayah ditanya apakah menerima dengan tegar ia mengatakan “Menerima, ini rahasia hidup setiap orang”.

Dari penampilannya si bapak terlihat ia bukan termasuk kalangan mampu, ketika diwawancarapun ia hanya mengenakan kaos oblong, meski tidak berhasil menyembunyikan raut kekecewaan, kebesaran hati (yang mudah-mudahan diikuti putrinya), apa yang dinyatakan kepada wartawan merupakan sikap yang jarang ditemui atau bukan merupakan gambaran umum sikap masyarakat terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

Hal yang hampir sama saya temui setahun lalu ketika berkunjung ke sekolah tempat adik mengajar di kepulauan Riau. Salah seorang orang tua murid kelas 4 SD yang kebetulan seorang kepala sekolah juga. Harus menerima fakta bahwa putranya belum pantas naik kelas.

Dengan suara datar tampa amarah ia menerima dan mendukung kebijakan sekolah agar putranya mengulang satu tahun lagi di kelas 4. “Kalau dipaksakan pun nanti malah anak saya yang rugi, tidak masalah mengulang satu tahun lagi, barangkali malah kami yang kurang memperhatikan pendidikan anak kami di rumah”.

Terlintas dibenak saya, seandaianya semua orang tua dan pendidik sebijaksana mereka, tentu tidak perlu ada polemik UN perlu atau tidak perlu, dan anggaran UN yang begitu besar pun tidak akan sia-sia.

Ijazah yang diterima akan lebih berharga dibandingkan selembar kertas. Nilai yang tertera pun merepresentasikan kemampuan kita. Karena seorang pendidik bukanlah seorang penjaja nilai, atau penjual stempel. Pengetahuan, disiplin dan kearifan lah yang menjadi aset. Keberhasilan anak didik dalam menghadapi kehidupan di dunia nyata yang menjadi barometer mutu pendidikan kita, dan itu seharusnya diletakkan di atas kebanggaan akan tingginya presentasi kelulusan demi prestise sekolah, daerah atau ketakutan akan resistensi dan desktruksi masa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s