Intranet / Internet

Apasih perbedaan intranet dan internet?, bukannya sama aja?.

Wacana ini muncul ketika sekolah kami melakukan “workshop” kecil-kecilan dalam rangka persiapan tahun ajaran baru. Polemiknya mengemuka ketika ada opini yang menganggap intranet/internet yang dimaksud dalam KTSP  TIK Kelas 9 adalah sama.

Masuk akal karena penggunaan garis miring berarti lebih bermakna “atau”, kalau “dan” biasanya menggunakan tanda baca koma kan (,). Cuma saya “keukeuh” bahwa intranet dengan internet itu tidak sama.

Karena itu saya nulis artikel ini karena di lingkungan sekolah hal-hal teoritis yang berkaitan dengan jaringan masih perlu penyamaan persepsi, coz, meski kelihatan sepele tapi dalam implementasinya nanti bisa berpengaruh besar.

Definisi intranet yang saya pahami sendiri adalah sebuah jaringan privat yang memanfaatkan infrastruktur internet. Misalnya protokol http, ftp, smtp dll. Ini karena pengembangan intranet terjadi setelah internet begitu populer. Jadi sederhananya intranet itu boleh dibilang internet yang diprivatisasi, meski sebenarnya nggak persis begitu.

Intranet juga bisa dibangun diluar fisik jaringan internet, misalnya pada LAN, WAN dsb. Model intranet yang seperti ini memiliki keuntungan tingkat intervensi eksternal yang rendah dan menjanjikan badwidth yang lebih besar.

Nah kembali ke masalah semula, kenapa pada kurikulum dua frase itu dipisah dengan garis miring? IMHO, itu artinya sekolah bisa mengajarkan salah satu atau keduanya sesuai dengan ketersediaan sarana yang ada. Saya membayangkan di daerah yang sulit memperoleh akses internet perlu opsi agar mereka tetap bisa memahami (kalau bisa memperoleh pengalaman langsung) mengenai komunikasi digital, komunitas online, dan akses thd pangkalan informasi.

Nah kan ada solusinya tuh, Sampai sekarang saya tidak bisa mengenyempingkan sebuah pertanyaan, kenapa jaringan lokal kurang mendapat perhatian dalam pembangunan lab sekolah. Padahal teknologinya sudah berkembang sedemikian pesat (mulai ketika yang pake kabel masih sebatas bandwidth <10 Mbps hingga sekarang Wlan yang lebih dari 100 Mbps).

IMHO, kalau kita memproporsikan secara seimbang antara jaringan lokal dan jarngan global, dunia pendidikan dasar, dan menengah bisa meraih manfaat yang sangat besar dibandingkan kondisi sekarang.

Yang terjadi sekarang, begitu sekolah sudah menyediakan sebuah lab dengan akses internet, maka kebutuhan sarana pendidikan di bidang teknologi informasi dan komunikasi dianggap sudah terpenuhi. Kemudian buat sekolah-sekolah yang belum terjangkau sepidi, harus sabar dengan PC-PC stand alone dan mengajarkan materi jaringan dan web sebatas teori.

Saya ingat sebuah kutipan dari tokoh IT sekitar 15 tahun lalu (tapi lupa namanya), “Computer without network isn’t computer”, padahal pendapat itu dikemukakan ketika teknologi jaringan masih belum begitu populer.

Up’s, mulai OOT nih, kembali ke laptop. mungkin ada komentar, “internet aja belum khatam, baru mulai dan masih menyimpan banyak polemik, sudah disodori intranet pula, inikan sekolah, bukan perguruan tinggi jurusan ilmu komputer!!!”.

Yang harus kita harus hindari sebagai pendidik adalah menanamkan persepsi atau pengetahuan yang salah buat anak didik kita, dan untuk itu sharing, research dan berdebat kadang ada manfaatnya.

9 thoughts on “Intranet / Internet

  1. adhiwirawan Penulis Tulisan

    Hehe.. Setahu saya internet berkembalng lebih dulu, setelah itu melihat kekayaan fitur internet dan kebutuhan akan privasi suatu organisasi maka konsep intranet mulai dikembangkan.
    Pemanfaatan intranet didunia bisnis saat ini telah menjadi tools ampuh dalam meningkatkan konsolidasi internal perusahaan, kemudian berkembang ke sektor pemerintahan.
    Potensi intranet didunia pendidikan sebenarnya sangat besar seperti telah dirasakan institusi-nstitusi pendidikan tinggi.
    Namun di level pendidikan dasar dan menengah ada gap terentang sangat lebar.
    Pemikiran saya jika tenaga IT di sekolah-sekolah menyisihkan waktu mencoba mambangun intranet selain internet, maka impelentasi TIK di dunia pendidikan akan memberi manfaat yang lebih besar.
    Jangan sampai ada pemikiran seperti “udah…, internet intranet sama aja, itu-itu juga, toh anak bukanya browser-browser juga”. padahal intraner bisa jadi solusi kalau sekolah belum terkeoneksi ke internet atau sambungan internet putus atau lambat.
    Apalagi perkembangan jaringan dengan kabel attau nirkabel sudah berkembang pesat. Banyak yang bisa ditawarkan bagi sifitas sekolah jika kita paham konsep, manfaat dan implementasinya.

    Balas
  2. unas

    yg bener yg mna sihh bingungggg w.
    cos w kls 3 smp
    da tugas nyari perbedaan internet dan intranett
    jdi jwban yg bener paa????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s