Tentang Kelulusan UN Sekolah ku

Kelulusan selalu menjadi momen paling emosional dalam fase belajar, pada saat itu terjadi klimaks dan anti klimak yang menjadi rangkuman dari hampir seluruh pengalaman belajar mengajar di sekolah.
Ada luapan kegembiraan yang diekspresikan dengan berbagai tindakan, kesedihan serta kekecewaan yang mendalam, acap terselip kemarahan dan ketidak mampuan menerima realitas ke-tidak lulusan. Semua menjadi satu dalam hingar-bingar pengumuman kelulusan sekolah dibulan juni ini.
Saya ingin memberi gambaran statistik seputar kelulusan di sekolah tempat saya mengajar SMP PGRI Depok II Tengah. Sekolah dimana saya telah mengabdikan diri selama kurun waktu 6 tahun ini. Meski Kelulusan memiliki dimensi jauh lebih luas dari angka-angka di layar monitor atau di atas kertas, setidaknya dari angka-angka ini kita bisa bercermin, mengevaluasi diri sejauh mana atau kearah mana kita telah melangkah.
Ada 214 siswa kelas 9 yang terdaftar dalam daftar peserta Ujian Nasional, 3 siswa tidak mengikuti ujian karena telah pindah dan alasan lain. Artinya ada 211 siswa yang mengukit Ujian Nasinal bulan lalu.

Dari hasil yang mereka peroleh, ada 28 siswa tidak lulus, 8 orang karena nilai secara keseluruhan yang rendah (<5), beberapa siswa Tidak Lulus karena salah satu nilai yang dibawah 4. Akan tetapi tidak ada siswa yang Tidak Lulus karena nilai Bahasa Indonesia. Sebaliknya, ada 6 siswa yang Tidak Lulus karena nilai Bahasa Inggris di bawah 4. Ada dua siswa yang tidak lulus karena nilai Matematika di bawah 4. 1 siswa tidak lulus karena nilai IPA<4. Padahal nilai rata-rata mereka di atas 5,5.
Nilai tertinggi Atas nama Rosmaliani Siregar, siswa kelas 9A dengan nilai rata-rata 8,99. Yang membanggakan nilai tertingi adalah pada mata pelajaran Matematika (9.75) yang artinya hanya salah satu butir soal. 4 siswa lain yang masuk lima besar adalah : 2. SHIDQIY NIDA TAQIYYAH, 3. JOKO SETIADI, 4. RETHA AUDI KAMALA, 5. SUNARTI.
Yang bisa disyukuri adalah persentasi kelulusan yang meningkat (13%) dibandingkan tahun lalu (28%) meski dibandingkan persentasi kelulusan Kota Depok, dan Jawa Barat masih jauh dibawah.
Kronologi pengumuman kelulusan
Terlambat, itu wacana hangat yang sempat hangat selama penantian pengumuman kelulusan SMP, Daftar nilai yang rencananya akan tersedia hari jum’at pukul 15.00 WIB 19 Juni mengalami pengunduran satu hari menjadi hari sabtu.
Penyampaian informasi kelulusan menggunakan distribusi surat dan melalui internet (web sekolah). Pengumuman kelulusan melalui internet bersifat unofficial dan disampaikan guna memberi kesempatan siswa atau yang berkepentingan meng-akses informasi kelulusan secara cepat.
Jum’at malam pukul 23 malam tim informasi kelulusan melalui web didatangi 3 siswa yang belum bisa mengakses informasi melalui web. Padahal telah diberatakan keterlambatan distribusi nilai UN. Hari sabtu pagi beberapa siswa mulai berdatangan meski akhirnya dipulangkan karena kelulusan tidak diumumkan di sekolah.
Data kelulusan diterima di sekolah sabtu pukul 18.00, tim segera bekerja, Pukul 21.30, para volunteer guru yang bertugas mengirimkan surat ke rumah-rumah siswa berdasarkan wilayah-wilayah mulai begerak. Jam 00.30 beberapa guru mulai kembali dengan beberapa laporan. Hari minggu pagi pendistribusian dilanjutkan, beberapa alamat tidak ditemukan karena tidak menemukan alamat yang jelas atau pindah.
Input Pengumuman hasil UN di web pada awalnya dilakukan secara online, mulai pukul 19.00, akan tetapi karena situs pengumuman mengalami overload, nilai diinput di localhost. Pukul 22.20 telah di-upload di situs sekolah. Belajar dari pengalaman crash akibat overload sebelumnya, pengumuman di web disajikan di dua server (http://www.belgia83.com/un2009/ dan http://www.belgia83.net/un2009/).
Jam 24.00, tercatat 63 siswa telah melihat nilai dan kelulusan di http://www.belgia83.com/un2009/ dan 21 siswa di http://www.belgia83.net/un2009/, beberapa siswa tercata melihat nilai lebih dari 8 kali (Shidqiy(13 kali), Syafitri, Wendik(8 kali), mungkin karena nilainya cukup tinggi😉
Sampai tulisan ini dibuat, 156 siswa telah melihat nilai mereka di dot com dan 61 siswa di dot net. Data dari kedua server tersebut belum di combine karena masih menunggu perkembangan sekitar dua, tiga hari lagi.
Kesimpulan
Distribusi nilai ke rumah-rumah cukup efektif menanggulangi aksi coret-coret, meski beberapa siswa yang masih sangat terikat tradisi tetap memaksakan melakukannya pada hari senin pagi. Pengiriman dengan tenaga guru pun cukup tepat karena para guru memiliki kecerdasan emosional yang cukup untuk memberi pengertian pada siswa yang tidak lulus.
Apresasi terhadap para guru pengantar patut di diberikan mengingat waktu pengiriman malam hari guna menyampaikan informasi secepat mungkin untuk memenuhi rasa keingintahuan siswa dan orangtua.
Kemudian dari jumlah siswa yang melihat pengumuman kelulusan di internet sampai tulisan ini dibuat di dot com (74%), akses informasi siswa SMP PGRI Depok II Tengah sudah baik, dan penyajian informasi kelulusan di web menjadi semakin penting. Yang menarik, ada tiga siswa yang terdeteksi melihat melalui perangkat mobile. Satu menggunakan nokia N72, dua PDA dengan OS Windows Mobile. Antisipasi penyajian informasi melalui perangkat mobile bisa mulai dipertimbangkan untuk kelulusan tahun-tahun ke depan.
Penyajian informasi di web meski cepat dan murah memiliki resiko cukup besar karena berada dijalur publik. Ini dialami Situs pengumuman kelulusan sekolah ini. Pada pukul 00.24, terjadi upaya MySQL Injecting, oleh salah satu pengakses dari laptop dengan OS Windows XP yang terkoneksi ke internet melalui indosat 3G.

4 thoughts on “Tentang Kelulusan UN Sekolah ku

  1. wyd

    mudah2an tahun depan lebih banyak yang lulus dengan hasil memuaskan. alhamdullilah siswa kami lulus 100%. saya sih ga pernah tega melihat anak nangis ga lulus setelah berjuang 3 tahun

    Itulah dilema moral kita, waktu saya ngasih tau 5 anak saya yang nggak naik kelas juga berat, Ketika saya ceritain ke mereka juga orang tuanya bahwa saya juga nggak bisa tidur mereka sedikit paham, ditambah penjelasan dan alasan kami akhirnya mereka mau nerima.
    Pada dasarnya tujuan kita kan sama, memberi yang terbaik buat anak didik, meski kadang itu pahit buat semua

    Balas
  2. Fauzi

    memang permasalahan merayakan kelulusan tidak pernah tuntas hingga saat ini. sebenarnya siswa berhak untuk merayakan atas kelulusannya cuma pihak pendidik seharusnya lebih bijak dalam memberikan kebebasan. (kebebasan bertanggung jawab)

    Sependapat, setelah baca komen mas Fauzi, saya berfikir lagi apakah budaya coret-coret baju itu benar-benar negatif?, sebenarnya kebiasaan ini unik dan sudah bertahan beberapa generasi meski banyak yang menentang.
    Barangkali kita pendidik harus mulai berfikir lebih terbuka dan lebih berusaha memahami mereka. sejauh tidak merusak fasilitas umum, mengganggu kesehatan dan keselamatan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s