Laugh and Cry, live and die as blogger

Blog, sebuah frase yang awalnya begitu asing buat saya. Padahal sebagai computer freak, setiap ada trend atau fitur baru internet hampir semua saya lalap. Jarang sekali yang terlewat pemantauan saya. Mulai dari email, milis, BBS, portal, ftp, archie, mirc, torrent, ym, newgroup, limewire, FS dan lainnya. Semua mampir kepermukaan monitor saya dan sedikit banyak sempat mencicipi.

Harus saya akui dalam hal bloging, saya ketinggalan kereta. Padahal semenjak tahun 1995 an saya luntang-lantung di dunia maya, fitur semacam blog lah yang paling saya impi-impikan.
Sebuah fitur dimana informasi tidak lagi dimonopoli sekelompok kecil orang yang memiliki modal seperti media masa elektronik, cetak atau digital semisal yahoo news, CNN dsb.

Sebuah cara dimana setiap orang bisa membagi pengetahuan, cerita, atau apapun yang dimilikinya ke seluruh dunia. Sebuah era siber demokrasi dimana opini publik tidak lagi tergantung pada saluran informasi formal yang terikat pada aturan yang ketat dan dukungan sumber daya yang besar.

Mau bilang apa, takdir mempertemukan saya dengan dunia bloging baru sekitar pertengahan tahun 2007. Ketika itu tentu komunitas bloger telah begitu luas dan saya adalah newcomer.

Awalnya ketika situs jejaring sosial dimana saya memliki akun yaitu Friendster menawarkan fitur membuat blog. Segera saya ikuti anjuran itu dan setelah jadi posting pertamapun saya kirim.

Akan tetapi saya kecewa dengan fitur blog yang disediakan, selain minim juga pengelolaanya membingungkan. Barangkali karena karena sekedar fitur tambahan.

Lalu saya mecoba fitur blog yang ditawarkan google (blogspot). Tapi lagi-lagi kurang sreg dengan alasan yang kurang lebih sama.
Akhirnya setelah saya mencoba di wordpress jari dan hati saya tertambat disitu. Apa alasannya?, Pertama kesederhanaan mulai dari registrasi dan pengelolaan. Selain itu fitur statistik nya itu yang membuat saya bisa mengetahui seberapa menarik tulisan-tulisan saya serta perbandingan antara satu dan lainnya.

Sebenarnya saya pernah mencoba kembali ke blogspot karena ada fitur posting via email yang memungkinkan saya mengirim artikel via HP yang kebetulan sudah support POP mail. Tapi karena sifat saya yang kurang telaten fokus konsentrasi pada lebih dari satu subyek membuat akun blospot saya akhirnya terlantar.

Blogger fanatik???, mungkin iya, saya nggak malu mengakui itu, Ada alasan tertentu kenapa blog menjadi begitu penting buat saya pribadi.
Pertama (berhitung lagii… :D), sebagai penghobi dunia jurnalis saya menyadari dewasa ini media-media besar memiliki power yang begitu kuat dalam membangun opini publik.

Ada monopoli informasi dimana mereka mengatur (membuat agenda setting), informasi apa yang “boleh” diketahui publik, Padahal informasi menentukan sikap (setuju/tidak setuju), perasaan(senang/prihatin/marah), yang kesumuanya bisa bermuara pada monopoli kekuasaan dan uang.
Dengan tehnik penyampaian dan momentum yang tepat mereka menjelma menjadi diktator informasi , sebuah kekuatan takterlihat (hiden power) yang menentukkan jatuh bangunnya kekuasaan.

Barangkali mengandalkan blog sebagai kekuatan informasi tandingan terlalu berlebihan dan bukan sebuah solusi akhir. Akan tetapi saya melihat kekuatan informasi yang berbasis komunitas ini dapat menjadi alternatif bagi kita untuk menyampaikan sesuatu yang tidak harus paralel dengan agenda seting media yang berbasis koorporasi.

Kedua, Sebagai pendidik, saya memiliki kewajiban moril memberikan pencerahan baik dalam bentuk transformasi pengetahuan, standar etik profesi atau nilai-nilai agama dan moralitas pada generasi dibawah saya. Ada dorongan kuat untuk menyebarkan hal-hal positif tanpa dibatasi ruang-ruang kelas yang mulai terasa sempit. Sebuah upaya konsumsi dan reproduksi pengetahuan berkelanjutan.

Dari aktifitas surfing dengan memilah dan memilih informasi selama bertahun-tahun, Tak terbilang nilai tambah yang saya dapatkan. Blogging memberi kesempatan saya membagi kembali bahkan memberi dorongan pada netter lain untuk merasakan juga melakukan hal yang sama.

Ada beberapa alasan lain kenapa saya menyukai aktifitas blogging, seperti sarana mengekspresikan kegembiraan dan kesedihan, tersirat juga upaya membangun popularitas (wheek…), barangkali semacam upaya mencari pengakuan atas eksistensi dan pemuasan ego pribadi. Atau halusnya menjadi bagian penting (sepenting-pentingnya) dari datangnya era baru.

Epilog
Dimasa lalu, para raja, kaisar, sultan, presiden membangun monumen, piramid, candi, tembok besar, patung agar generasi-generasi sesudahnya mencatat dan ingat bahwa ia pernah hidup sebelumnya.
Siapa tahu seratus tahun, limaratus tahun, seribu tahun setelah ini blog-blog yang tersimpan diberbagai media penyimpan digital.

Atau ketika planet ini hancur ditabrak meteor. bisa juga terbakar akibat pemanasan global, atau bahkan meledak akibat perang nuklir yang tak teralakkan. Media-media penyimpan digital ini bisa ditemukan para aliens dan menjadi sumber informasi akan adanya kehidupan dan peradaban yang kaya di sebuah planet yang bernama “Bumi”…

13 thoughts on “Laugh and Cry, live and die as blogger

  1. romailprincipe

    saya suka paragraf terakhir..
    fantasi yang luar biasa..
    ketika semua berakhir, semuanya telah berakhir..hanya pencipta yang ada, dan orang-orang akan berada di hadapanNya..

    Setuju sekali, makasih dah komen

    Balas
  2. ãñÐrî ñâwáwï

    Wahhh… kang adhi, kalo saya sampe sekarang belum percaya sama yang namanya alien, hehee:mrgreen:

    emang alasan dan motifasi blogger membuat / menulis blog itu macem-macem, evolusinya juga macem-macem, dan mudah-mudahan positif, semoga.

    saya juga dah pernah nulis alasan ngeblog ditulisan ini:mrgreen:

    salam

    Balas
  3. dhodie

    Seorang penulis terkenal Indonesia pernah menulis:
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, Ia akan hilang di dalam masyarakat & dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”
    Dan mencermati kutipan di atas, tujuan saia agar ada rekaman ketika Alien alien tersebut datang ke bumi.

    *epilog yang mantab*

    Balas
  4. BOY

    Aku juga gitu bang, dulunya ngak tahu bagaimana cara untuk dapat berbagi apa saja yang berguna… Tapi sekarang sudah punya wadah yaitu blog…😀

    Teknologi menawarkan banyak hal ya pak…., tinggal kita mau memanfaatkannya untuk apa, kebaikan atau pengrusakan?
    Saya sudah berkunjung ke blog bapak, munkin ada satu kata yang bisa merangkum semuanya…, salut …!!!

    Balas
  5. wyd

    hello mas pa kabar? sorry lama ga online jadi ga sempat mampir2 deh.
    wuih saya suka epilognya.
    basi?
    ga deh kayaknya.
    tapi masak sih ntar2nya bumi ini bakal dikuasai aliens?
    wah, bisa jadi ada nabi2 baru yah… ihhhh sorry menyimpang jauh dari epilog🙂

    Iya nih bu bu wyd saya perhatiin vakum banget akhir-akhir ini. Saya sendiri lagi kurang produktif di blog, entah keasikan di sosial bookmark atau kekuras kegiatan akreditasi kemaren…, Semangat ah… yuk…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s