Arsip Kategori: Refleksi

Mulai menulis lagi

Setelah sekian lama vakum tidak menulis khusus nya di blog ini, saya mencoba mulai berusaha aktif lagi.

Ada perasaan janggal dan aktifitas mengetikpun tersendat dalam mengekspresikan kata demi kata, kallimat demi kalimat untuk menyelesaikan satu paragraf saja. Serasa kehilangan sentuhan dan kehilangan feel menjadi penulis blog.

Kenapa berhenti menulis?, itu pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri. Ada seribu alasan yang bisa saya kemukakan, mulai dari korban gelombang sosial media, mulai banyak kesibukan dan menulis terasa menjadi tidak penting lagi dan sulit menyisihkan waktu. But here I am, berusaha mencurahakan pikiran dan dan perasaan dihadapan layar laptop dengan pandangan yang terasa kabur. (faktur “U”) Baca lebih lanjut

Iklan

All My facebook status…

Siapa diri kita adalah apa yang kita rasakan dan ekspresikan, banyak murid saya yang kurang menyadari fakta ini. Terbukti dengan bertebarannya status ber nuansa negatif seperti ekspresi kebencian, dendam, makian, sumpah serapah dan lain sebagainya.

Padahal khususnya di dunia maya, segala sesuatunya “terekam”. Apa yang terlanjur kita akespresikan menjadi fakta forensik digital yang tersimpan rapih dan bisa dikatakan diluar kendali kita.

Artinya, mungkin kita bisa menghapus seatu tulisan tapi jejaknya tidak serta merta hilang. Itulah kejamnya dunia maya tapi disisi lain juga menyimpan keindahan dan manfaat.

Itu pula yang hampir selalu saya pikirkan(timbang) sebelum saya menulis status di jejaring sosial facebook. Suatu saat di ujung dunia yang lain, mungkin ada orang atau pihak yang mengumpulkan status status tersebut, menganalisa untuk kepentingan yang tidak mampu kita bayangkan (ge’er mode on).

Atau setidaknya saya ingin membuka lembaran-lembaran lama dari fragmen peristiwa, perasaan yang saya lewati dalam kehidupan, saya bisa membukanya kembali ini dengan perasaaan tanang tanpa penyesalan.

And.., here it’s

Baca lebih lanjut

Coda: Renungan di lembar terakhir sebuah biografi

Akhirnya selesai juga membaca biografi Steve Jobs nya Walter Isaacson. Selama membaca lembar demi lembar buku ini, saya merasa seperti membaca sebuah novel yang ditulis oleh seorang pengarang yang sangat brilian. Dan yang membuat saya takjub adalah keseluruhan ceritanya adalah real. Benar-benar dialami oleh seseorang.

Secara garis besar buku tersebut menceritakan kehadiran seorang yang bergelut dengan dunia dan dirinya sendiri. Menggunakan cara, filosofi, keyakinan (faith) yang begitu kuat sehingga mmbawa pengaruh besar terhadap orang-rang disekitarnya, bahkan mungkin kita sepakat bahwa pengaruh besar itu berdampak pada dunia.

Yang menggelitik saya, meski seluruh halaman buku ini mendeskripsikan mengenai perjalan hidup seorang pendiri perusahaan yang sempat menempati posisi sebagai perusahaan terbesar di dunia (meski tidak sampai satu hari) serta bagaimana ia berusaha menemukan jati dirinya, menaklukkan rival-rivalnya satu demi satu. Tetapi sejak awal yang terbayang dalam pikiran saya adalah kepergiannya. Bagaimana dunia harus menerima kepergiannya yang begitu cepat di usia yang ke 58. Tepat ketika kita begitu terlena dan tersihir oleh hasil-hasil kreasi tim yang dimotorinya seperti iPOD, iPhone, iPAD dsb.

Baca lebih lanjut

Waduh….., kok pengunjung blog ini menurun drastis

Entah kenapa sejak 5 november 2011 (lima hari sebelum tulisan ini dimuat) kunjungan blog ini menurun drastis. dari rata-rata 300 pengunjung / per hari, sekarang tercatat hanya sekitar 40 saja. 😀

Emang sih saya uadah sangat jarang posting. Tapi sepertinya ini semacam anomali, barangkali ada alasan yang membuat mesin pencari tidak ramah lagi pada blog saya ini. Baca lebih lanjut

Pidato Habibie di Peringatan Hari Lahir Pancasila 2011

Di situs Detik.com sampai saya copas tulisan ini sudah 228 komentar positif, ada yang kagum, terharu, turut prihatin. Para detikkers yang biasanya lebih mengumpat ternyata bisa melontarkan komentar yang menyejukkan. Salah satunnya dari Rido “Habibie ku sayang, Habibieku malang” 🙂

Ini naskah lengkapnya:

Jakarta-Detik.com – Mantan Presiden BJ Habibie mengungkapan secara tepat analisanya mengenai penyebab nilai-nilai Pancasila yang seolah-olah diabaikan pasca era reformasi. Tak heran bila pidato yang disampaikannya secara berapi-api itu memukau para hadirin puncak peringatan Hari Lahir Pancasila.

Acara itu dihadiri oleh Presiden Kelima Megawati dan Presiden SBY. Mereka berpidato bergiliran. Berikut ini teks pidato lengkap Habibie yang disampaikan dalam acara yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.
Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.
Baca lebih lanjut

Tepi Zaman : Aris Sang Teknisi Komputer

Dengan tenaga yang masih tersisa, Aris terus mengayuh sepedanya menyusuri gang demi gang di komplek perumahan itu.

Sesekali Aris berteriak mengeluarkan suara paraunya yang pasti terdengar oleh penghuni rumah-rumah yang dilalui sepedanya “Servis komputer, laptop, install Windows,  game, office…!!!”, menarik nafas sesaat karena jalan agak menanjak. “Hapus virus, install driver, servis printer, cartrige, toner…!!!” teriaknya lagi yang segera ditimpali bunyi kriing..kriiiing… bel sepedanya.

Sudah tak terhitung gang ia lalui sejak keluar rumah pukul  setengah enam tadi pagi. Saat ini sudah hampir dua jam ia mengayuh sepeda tanpa henti.  Namun nasib baik belum berpihak pada nya, belum satu customerpun menyetop untuk memakai jasanya.

Dalam kelelahan, terbayang wajah dua anaknya yang melepas kepergian pagi ini. Si kecil Evan yang masih berusia 8 bulan sempat berteriak dalam  bahasa bayi sambil melambaikan tangan berharap kali ini Aris mau mengajaknya bersepeda. Tapi waktu adalah uang, dan hari Minggu adalah hari yang paling hoki buat bisnisnya karena disaat libur, para pemilik komputer memiliki waktu untuk menservis atau sekedar rapihkan PC atau laptopnya. Baca lebih lanjut