Dari Prancis ke Mekah melalui jalur darat

Apasih serunya naik haji itu?, film orang naik haji apalagi, nggak seru banget, apa dah keabisan ide. Tapi sumpah, film di RCTI semalem keren banget. Sayang sakali lagi nggak nonton dari awal. Iya, saya pernah nonton sebelumnya waktu itu pas habis Idul Adha lagi, selesai film pas tetangga sampe rumah dari perjalan haji (jam 3 pagi).

Iseng ngukur jarak dari Prancis ke Mekah ternyata sekitar 5 ribu km di situs http://www.wikipedia.org , kurang lebih hampir sama dari Sabang sampe Merauke

Ceritanya tentang ayah ma anak yang melakukan perjalanan haji dari Prancis ke Mekah lewat jalur darat. Mereka naik mobil pribadi melintasi beberapa negara di Eropa dan Asia.

Kebayang kondisi geografis dan budaya yang beragam di daerah-daerah yang dilintasinya. Mulai dari wilayah bersalju, hutan, padang pasir. Keluar masuk perbatasan negara.

Bumbunya banyak, mulai dari obrolan, pertengkaran, kondisi kesehatan si Bapak yang sempat hampir meninggal kedinginan sampe upaya komunikasi dengan bahasa tubuh karena nggak ngerti bahasa setempat. Di Turki mereka sempat kehilangan uang perbekalan yang disimpan di kaos kaki sibapak.

Yang menarik perbedaan karakter si bapak sama anak karena si bapak Imigran dari negara Muslim sedangkan anaknya lahir dan besar di Prancis. Jadi antara orang yang sangat terobsesi memenuhi panggilan Allah dengan anak muda yang nggak bisa memahami untuk apa perjalanan dan penderitaan selama perjalanan ini dilakukan.

Jadi kebayang para jemaah haji di masa lalu yang datang ke Mekah menggunakan kuda, jalan kaki dari tempat yang jauh. Trus ngebandingin dengan jemaah haji saat ini yang bolak-balik pergi haji naik pesawat diantar dan disambut dengan berbagai kemewahan.

Sebuah pertunjukkan seremonial yang tidak bisa dinikmati oleh orang Islam di negara minoritas muslim seperti Prancis. Hikmahnya barangkali lebih mudah bagi mereka menemukan esensi pergi berhaji.

Sebuah penggalan kalimat dari dialog bapak anak ketika si bapak menceritakan seberapa besar keinginannya menunaikan rukun Islam kelima ini. “Di negara asal kita, setiap orang merasakan panggilan untuk melaksanakan haji sekali se umur hidup. Ketika kakekmu pergi haji, saya sering pergi ke atas sebuah bukit menunggu kepulangannya.

Kadang saya harus berdiri melihat kejalan dibawah hingga matahari tenggelam, saya mampu berdiri sangat lama, bahkan sampai malam sering saya tertidur di atas bukit sampai Nenekmu menjemput dan menggendong saya pulang”. begitu kurang lebih penjelasan si bapak.

Memasuki wilayah kota Mekah saat beristirahat, terjadi lagi dialog antara kedua orang itu. Si ayah menjelaskan “Keinginan saya memenuhi panggilan Allah, tidak akan terwujud kalau kamu tidak menamani, Saya belajar sangat banyak dari perjalanan ini”. Sianak mengatakan hal yang sama berterimakasih dan meminta maaf.

Di wliayah pinggiran Kota Mekah dimana mereka menginap digambarkan potret suram kehidupan kaum Baduy, keramahan pemilik lahan penampung para Tamu Allah serta interaksi diantara mereka yang cukup menyentuh.  Sekali kagi sebuah wilayah teritori dan emosi yang mungkin tidak akan terjamah oleh jemaah haji ber ONH plus.

Pada ending film, ketika musim haji berakhir, digambarkan si anak menjual mobilnya kepada penduduk Mekah, kemudian berjalan untuk menghentikan taksi menuju airport. Sebelum menaikan tasnya ke bagasi taksi, sianak menyempatkan diri memberi sumbangan kepada pengemis yang duduk dipinggir jalan (di negara kaya minyak dunia ada pengemis juga ya…).

Taksi berjalan perlahan menuju bandara dengan latar belakang Masjiddil Haram dan samar terdengar suara takbir dan tajhmid. Sianak termenung dalam mobil dengan jendela terbuka, menatap keluar, sendiri. Entah apa yang tengah berkecamuk dibenaknya.

10 thoughts on “Dari Prancis ke Mekah melalui jalur darat

  1. wyd

    saya juga pingin deh mas menunaikan ibadah haji bareng orang2 yang saya cintai. kapan ya????

    Insya Allah, Kalau ada niat, akan ditunjukkan jalannya, saya cuma bisa bantu doa bu.

    Balas
  2. Joko Susilo

    Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.
    Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

    Balas
  3. Yuyus

    nice story..

    Mohon do’a restu..insya Alloh awal tahun 2011 saya akan melakukan perjalanan haji lewat darat naek sepeda dari Jakarta

    Balas
  4. siskanings

    iya a , euis juga kelewat tuh nontonnya, downloadin dong klo ada..:D …kita juga bisa sih klo berani..lewat singapur terus india, lewat nepal, trus n terus ribuan kilometer ..huihhhh klo punya jiwa petualang seru tuh…sampe sana pasti rasanya beda…. *dreaming..*:D

    Balas
    1. adhiwirawan Penulis Tulisan

      iya sih Is.. terbersit juga buat itu…, dari komentar di atas ada tuh, naik sepeda lagi…mudah-mudahan terealisasi.
      Sekaligus ngebuka jalan n sumber inspirasi buat yang lainnya….”real le grande voyage”.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s